Kim Petro Blog

Artikel campuran berisi tips, ide, opini, dan insight yang relevan bagi pembaca modern.

Literally Itu Apa? Pengertian, Asal Kata, dan Penggunaan dalam Bahasa Indonesia dan Teknologi

Ilustrasi literally itu apa

Dalam dunia komunikasi, terutama di era digital dan teknologi saat ini, kita sering menemukan istilah-istilah bahasa Inggris yang masuk ke dalam percakapan sehari-hari. Salah satunya adalah kata “literally.” Meskipun kata ini terdengar sederhana, maknanya sering membingungkan, bahkan menimbulkan perdebatan. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu literally, asal-usul kata, makna yang tepat, serta contoh penggunaan dalam konteks teknologi dan komunikasi digital.

Apa Itu Literally?

Kata “literally” adalah sebuah kata keterangan (adverb) dalam bahasa Inggris yang berarti “secara harfiah” atau “benar-benar.” Kata ini digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu yang diucapkan atau ditulis memang sesuai dengan arti sebenarnya, tidak bermaksud kiasan, hiperbola, atau metafora.

Contoh sederhana:
“I’m literally standing outside your door.”
Kalimat ini berarti saya benar-benar berdiri di depan pintumu, bukan hanya bermaksud kiasan atau lelucon.

Perbedaan Literally dan Figuratively

Untuk memahami literally, penting juga mengetahui lawan katanya: “figuratively.” Kata figuratively berarti menyatakan sesuatu secara kiasan atau bukan secara harfiah. Sehingga, jika literally digunakan, maka pernyataan itu harus benar-benar terjadi, bukan hanya bahasa kiasan.

Contoh:
– Literally: “He literally ran 10 kilometers this morning.” (Dia benar-benar berlari 10 km pagi ini)
– Figuratively: “He’s figuratively on fire with all those achievements.” (Dia ‘seperti’ sedang sangat berprestasi, bukan benar-benar terbakar)

Asal Usul dan Evolusi Penggunaan Literally

Kata literally berasal dari kata dasar “literal” yang berasal dari bahasa Latin “littera” yang berarti huruf atau tulisan. Awalnya, literally digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu sesuai dengan arti kata per kata, atau arti asli dari sebuah teks.

Namun, sejak abad ke-18 dan 19, secara bertahap secara informal literally juga mulai dipakai dalam arti hiperbola oleh sebagian penutur bahasa Inggris. Contohnya, seseorang yang berkata “I literally died laughing” sebenarnya tidak mati secara harfiah, tapi hanya sangat tertawa keras.

Penggunaan ini sering kali menimbulkan kontroversi di kalangan penutur bahasa Inggris yang lebih konservatif, khususnya dalam konteks formal, seperti jurnal akademik atau dokumen hukum.

Penggunaan Literally dalam Bahasa Indonesia

Sebagai bahasa yang kaya akan penyerapan istilah asing, bahasa Indonesia juga mengadopsi kata literally, terutama dalam percakapan sehari-hari dan media sosial. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk penggunaan literally secara tepat agar tidak menimbulkan kebingungan.

Contoh Penggunaan Literally yang Tepat

Dalam bahasa Indonesia sehari-hari, literally bisa diterjemahkan sebagai “secara harfiah,” “benar-benar,” atau “sungguh-sungguh.” Misal:

  • “Aku literally nggak tahu apa yang harus kukatakan.” (Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kukatakan.)
  • “Dia literally menangis sampai basah baju.” (Dia benar-benar menangis sampai bajunya basah.)

Dalam konteks teknologi dan gadget, penggunaannya juga mulai muncul, terutama di kalangan pengguna muda dan penggiat media sosial. Contohnya:

  • “Smartphone ini literally mengubah cara kita berkomunikasi.” (Smartphone ini benar-benar mengubah cara kita berkomunikasi.)
  • “Laptop baru saya literally ngebut dalam proses rendering video.” (Laptop saya benar-benar cepat dalam proses rendering video.)

Kapan Sebaiknya Hindari Penggunaan Literally?

Untuk komunikasi yang resmi, akademik, atau teknis, ada baiknya menghindari penggunaan literally dalam arti hiperbola agar tetap menjaga kejelasan dan keseriusan pesan. Hal ini karena secara literal literally berarti sesuatu yang benar-benar terjadi, sehingga jika dipakai sebagai hiperbola, bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Literally dalam Konteks Teknologi dan Digital

Era digital dan teknologi membawa perubahan besar dalam bahasa. Istilah asing seperti literally menjalar cepat dari bahasa Inggris ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Ini terjadi karena banyak gadget, aplikasi, dan konten teknologi aslinya menggunakan bahasa Inggris, sehingga istilah-istilah tersebut ikut terbawa.

Pengaruh Literally dalam Komunikasi Digital

Dalam chat, media sosial, hingga forum diskusi teknologi, literally sering dipakai untuk menegaskan pernyataan yang sangat kuat atau fakta yang tidak bisa disangkal. Misalnya:

  • “This new update literally fixed all the bugs I was complaining about.” (Pembaruan baru ini benar-benar memperbaiki semua bug yang saya keluhkan.)
  • “I literally can’t live without my smartwatch.” (Saya benar-benar tidak bisa hidup tanpa smartwatch saya.)

Penggunaan seperti ini menambah ekspresi dan kesan serius atau dramatis dalam komunikasi teknologi sehari-hari.

Tips Menggunakan Literally agar Tepat dan Efektif

Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba agar penggunaan literally tepat dan tidak menimbulkan salah paham:

  • Gunakan literally hanya untuk hal yang memang benar terjadi secara harfiah. Jika Anda ingin berlebihan atau bercanda, jelaskan konteksnya agar lawan bicara paham.
  • Perhatikan audiens. Untuk komunikasi formal, hindari pemakaian literally dalam arti hiperbola.
  • Periksa konteks kalimat. Jangan sampai literally membuat kalimat menjadi ambigu atau menyesatkan.

Kesimpulan

Secara sederhana, literally adalah sebuah kata keterangan dalam bahasa Inggris yang berarti “secara harfiah” atau “benar-benar.” Kata ini digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu yang dikatakan sesuai dengan arti sebenarnya, bukan kiasan atau berlebihan. Dalam bahasa Indonesia, literally sudah mulai dipakai dalam komunikasi sehari-hari, terutama di kalangan pengguna teknologi dan media sosial.

Meskipun literally sering dipakai sebagai hiperbola, penting untuk memahami makna aslinya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, apalagi dalam konteks formal dan teknis. Dengan memahami penggunaan literally yang tepat, Anda bisa berkomunikasi lebih efektif dan jelas, terutama dalam lingkungan teknologi yang cepat berkembang. Liputan6 Tekno

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *